St. Yafet's posts with tag: pemikiran
Enjoy!!   | Army Life | | The Singles | | The Exploited | | | The Mods | | The Singles | | The Exploited | | | Crashed Out | | The Singles | | The Exploited | | | Exploited Barmy Army | | The Singles | | The Exploited | | | I Believe In Anarchy | | The Singles | | The Exploited | | | What You Gonna Do | | The Singles | | The Exploited | | | Dogs Of War | | The Singles | | The Exploited | | | Blown To Bits (live) | | The Singles | | The Exploited | | | Dead Cities | | The Singles | | The Exploited | | | Hitler's In The Charts Again | | The Singles | | The Exploited | | | Class War | | The Singles | | The Exploited | | | SPG (live) | | The Singles | | The Exploited | | | Cop Cars (live) | | The Singles | | The Exploited | | | Y O P | | The Singles | | The Exploited | | | Attack | | The Singles | | The Exploited | | | Alternative | | The Singles | | The Exploited | | | Troops Of Tomorrow | | The Singles | | The Exploited | | | Computers Dont't Blunder | | The Singles | | The Exploited | | | Addiction | | The Singles | | The Exploited | | | Rival Leaders | | The Singles | | The Exploited | | | Army Style | | The Singles | | The Exploited | | | Singalongabushell | | The Singles | | The Exploited | | | Punks Not Dead (live) | | The Singles | | The Exploited | | | Sex And Violence (live) | | The Singles | | The Exploited | | | Dole (live) | | The Singles | | The Exploited | | | Out of Control (live) | | The Singles | | The Exploited | |
Words by Widji Thukul, Song By Homicide
Sajak Suara - Wiji Thukul
sesungguhnya suara itu tak bisa diredam mulut bisa dibungkam namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku
suara-suara itu tak bisa dipenjarakan di sana bersemayam kemerdekaan apabila engkau memaksa diam aku siapkan untukmu: pemberontakan!
sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu ia ingin bicara mengapa kau kokang senjata dan gemetar ketika suara-suara itu menuntut keadilan?
sesungguhnya suara itu akan menjadi kata ialah yang mengajari aku bertanya dan pada akhirnya tidak bisa tidak engkau harus menjawabnya apabila engkau tetap bertahan aku akan memburumu seperti kutukan
Tanpa disadari, apa yang selama ini saya jalani adalah rutinitas yang statis. Ada sedikit perubahan tetapi tidak cukup signifikan. Tinggal disebuah kota dengan udara yang panas yang selalu membuat saya muak dengan keseharian yang selalu saya lewati adalah apa yang memang seharusnya saya alami. Menjalani segala sesuatu yang itu-itu saja, melihat hal yang sama juga menikmati penyiksaan pekerjaan adalah hal yang lazim dilalui dalam rentang beberapa bulan kebelakang. Selalu saja saya teringat akan masa lalu saya yang selalu dibumbui oleh rasa senang serta canda dan gurau bersama kawan-kawan. Ingin rasanya keluar dari statisnya dunia yang dijalani sekarang dan kembali berkumpul melakukan sesuatu yang tidak penting dan tidak berguna namun cukup menyenangkan. Kawan-kawan lama sekarang ini telah disibukkan oleh rutinitasnya masing-masing, sehingga sulit untuk mencuri waktu mereka sesaat saja untuk sebuah alasan kesenangan belaka. Saya berpikir bahwa masa lalu yang indah tersebut telah hilang dan untuk sekarang sepertinya hanya mimpi belaka. Terkadang saya pun menyempatkan diri untuk sekedar keluar dan menyisihkan banyak nominal untuk menyenangkan diri sehingga saya mampu merasakan bahwa saya tidak berada dijalur yang tepat, juga merasakan hal-hal yang pernah saya rasakan pada masa lampau. Saat ini segalanya telah berubah dan mungkin akan terus berubah tidak seperti sesuatu yang pernah saya nikmati dahulu. Ketika saya harus dihadapkan pada suatu hal yang memeras kemampuan berpikir, menguras tenaga serta menyia-nyiakan waktu untuk uang belaka, maka saya harus memiliki alternatif bahwa saya tidak se-statis itu. Saya bisa merubah dunia saya kembali seperti apa yang pernah saya puja-puja, sebuah dunia yang menjadi hegemoni ketika dalam keadaan tertekan dan merasa bosan. Adalah wajar jika terkadang saya harus berhenti sejenak, lantas melihat hal lain diluar apa yang saya jalani. Ibarat sebuah kendaraan yang melalui ruas jalan yang telah ditentukan lalu merasa jengah dan terlalu dikendalikan, maka saya membuat kendaraan tersebut melalui jalan lain yang bisa membuat si supirnya segar kembali tanpa harus kehilangan kendali dan mengikuti rambu-rambu yang berlaku. Tetapi saya adalah manusia biasa yang harus berada dalam kendali Tuhan. Tentunya beralasan meski alasan saya mungkin bagi beberapa kawan termasuk alasan seorang pecundang. Yang saya temukan setiap saat adalah sebuah repetisi yang telah diatur sedemikian rupa dalam bentuknya yang sangat menyebalkan. Secara pribadi saya ingin sekali memakluminya, terlebih saat ada sebuah pekerjaan yang terlalu membuat saya jenuh "Maaf saya permisi dulu kebelet kepingin pipis" dan mungkin hanya Tukul Arwana-lah yang mau kembali ketempat semula dengan jargon "kembali ke laptop" lalu begitu seterusnya tanpa ada perubahan signifikan. Aneh memang, tapi itulah manusia pada umumnya, dimana mereka akan merasa bosan pada sesuatu yang terus dijalaninya. Kelakuan-kelakuan menyimpang menjadi sesuatu yang biasa mengingat apa yang dikerjakan adalah itu-itu saja. Sebenarnya sesuatu yang berganti itu masihlah tetap hal yang sama. Hidup dalam dua dunia yang saling berseberangan dan keduanya saling menyokong satu sama lain sehingga benar-benar berguna serta tidak membuat mual kemudian muntah lalu seterusnya bunuh diri. Habis! Apakah sesimpel itukah pemikirannya? tentu saja tidak, mengingat jika dirunut dari latar belakang apa yang telah dijalani tidaklah segampang itu. Harus ada arah tujuan yang jelas dalam kacamata saya, sehingga saya pun harus mampu mengukur segala sesuatunya secara adil agar seimbang dan membuat iri salah satunya. Alhasil saya pun harus mengakhirinya dengan pemikiran "gimana nanti" yang senantiasa membuat saya percaya diri dan yakin bahwa pemikiran tersebut adalah sumber utama optimisme. Menjalani dan menikmati apa yang terjadi saat tulisan ini diciptakan sekedar untuk membuang waktu ditengah malam yang panas disebuah neraka yang bernama Jakarta. Sekarang saya sudah ngantuk dan harus tidur karena besok pagi saya harus melakukan ritual harian yang saya sebut dengan rutinitas alias KERJA! Welterusten!
Enjoy!! | Exploited Barmy Army | | Dead Cities | | The Exploited | | | I Believe In Anarchy | | Dead Cities | | The Exploited | | | Punk`s Not Dead | | Dead Cities | | The Exploited | | | Dogs Of War | | Dead Cities | | The Exploited | | | Y.O.P. | | Dead Cities | | The Exploited | | | Attack | | Dead Cities | | The Exploited | | | Daily News | | Dead Cities | | The Exploited | | | So Tragic | | Dead Cities | | The Exploited | | | Alternative | | Dead Cities | | The Exploited | | | Dead Cities | | Dead Cities | | The Exploited | | | Hitlers In The Charts Again | | Dead Cities | | The Exploited | | | Class War | | Dead Cities | | The Exploited | | | UK 82 | | Dead Cities | | The Exploited | | | Disorder | | Dead Cities | | The Exploited | | | War | | Dead Cities | | The Exploited | | | Computers Dont't Blunder | | Dead Cities | | The Exploited | | | Troops Of Tomorrow | | Dead Cities | | The Exploited | | | Sex And Violence | | Dead Cities | | The Exploited | |
|  | Coz i'm from Bandung, so i must support PERSIB!! Hell yeahh!!! |
|  | I'm proud to be a man who came from Bandung. Bandung is the great city!! |
Tulisan ini merupakan tantangan terbuka bagi mereka-mereka yang memberangus setiap kepercayaan dan sweeping plus pengrusakan keyakinan yang dicap kafir oleh front-front maupun divisi-divisi yang berlindung dibalik topeng moral agama! Aku bersumpah untuk setiap tempat ibadah yang kalian hancurkan dengan mudah, untuk setiap kitab yang kalian anggap layak dijadikan tempat meludah. Atas nama kebanggaan terhadap kepercayaan individu sehingga kebebasan orang lain harus rata dengan tanah. Untuk setiap dakwah yang kalian lempar sebagai invitasi untuk menjelajah kemungkinan bahwa setiap pemikiran diluar kepala kalian pantas untuk musnah!
Sudah seharusnya setiap individu bebas mutlak menentukan agama apa yang dianutnya. Diskriminasi diantara para warga sehubungan dengan keyakinan agamanya sama sekali tidak dapat ditolerir, bahkan untuk sekedar penyebutan agama seseorang di dalam dokumen resmi tanpa ragu lagi mesti dibatasi. Negara pun seharusnya juga tidak diperbolehkan didirikan untuk masyarakat religius tertentu. Hal-hal ini secara absolut menjadi perkumpulan bebas orang-orang yang berpikiran begitu, asosiasi independen dari negara. Hanya pemenuhan seutuhnya dari tuntutan ini yang dapat mengakhiri masa lalu yang memalukan dan keparat.
Fenomena pemberangusan kebebasan berkeyakinan menjadi trend busuk dikalangan divisi atau front-front yang mengatasnamakan suatu kultur religius tertentu. Sehingga fenomena tersebut lebih pantas untuk disebut dengan fasisme berkedok agama. Saya berargumen bahwa fasisme tak ada hubungannya dengan religius atau tidaknya sebuah masyarakat dan saya pikir setiap orang pun dapat membedakan antara agama dan fasisme terutama bagi mereka yang selalu membuka ruang bagi perdebatan dan argumentasi. Kecuali memang jika kita dikelilingi oleh para fasis atau dalam kata lain masyarakat kita hari ini adalah wujud lain dari gabungan pasukan Neo-Nazi. Itu sudah beda masalah. Mereka-mereka yang mengatasnamakan suatu penganut religius tertentu dengan terang-terangan melakukan penganiayan, pemukulan bahkan penyerangan dan pengrusakan tempat-tempat ibadah dibeberapa kota.
Namun bagaimanapun juga kita juga tidak boleh atau tidak patut untuk jatuh dalam kesalahan menempatan persoalan agama ke dalam sebuah abstrak, kebiasaan yang idealistik sebagai sebuah masalah intelektual yang tak berhubungan dengan perjuangan agama itu sendiri seperti yang tidak jarang dilakukan oleh kaum-kaum yang terorganisir dalam front-front yang ada diantara masyarakat kita.
Tulisan lama yang pernah saya buat untuk mengisi kekosongan di Multiply ini.
Sebenarnya apa yang dimaksud kebebasan? apa esensi dari kebebasan? Apa latar belakang dari kebebasan yang kamu cari?
Tulisan ini terinspirasi ketika titik jenuh menuju titik klimaks dan sulit untuk dimuntahkan dalam bentuk apapun kecuali dalam bentuk tulisan.
Kebebasan sering diartikan suatu keadaan dimana kita tidak terikat oleh suatu hal pun, atau mungkin juga kita bebas menentukan haluan kita, pandangan kita, isi hati kita. Kebebasan berasal dari kata bebas (kata sifat) yang berimbuhan ke- dan -an sehingga dapat bertransformasi menjadi kata benda. (teuing ah pokonamah ieu nu urang ngarti euy..). Ketika kita bayangkan sebagai suatu kata benda mungkin ini terasa tidak enakeun di kuping -teuing beuneur, teuing hanteu-.yah pokonya mah bebas lah!!Kamu juga punya hak untuk memikirkan definisi yang tepat untuk kata "kebebasan".
Kemudian apa yang kita cari menjadi suatu alasan bahwa kita mempunyai hak untuk bebas. Sulit dimengerti sulit pula dipahami makna dari kebebasan. Ketika kita melangkah keluar dari rumah, kita merasakan suatu kebebasan berada jauh dari orang tua, atas alasan tersebut terkadang kita akan memanfaatkannya untuk melakukan apa yang ingin kita lakukan. secara tidak sadar kebebasan juga masih jauh dari mengikat, kita bebas dari orang tua tapi kembali lagi terikat oleh diri kita sendiri. Persepsi atas terjajahnya kita oleh pemikiran diri serta apa yang disebut dengan kata hati sering kali terkoyak dikala kita melihat suatu esensi yang memihak kepada kita. Saya juga lieur ketika harus mengorbankan salah satu dari kebebasan seperti ilustrasi tersebut. Jadi sebenarnya kebebasan itu tidak ada!! Karena kita manusia mempunyai ego, mempunyai keinginan kuat dan mempunyai pandangan berbeda terhadap sesuatu yang menyenangkan atau menguntungkan bagi diri kita. Apapun yang ada dikepalamu adalah cairan yang harus ditumpahkan ketika tanah mulai mengering dan butuh hujan agar tidak dehidrasi.
Berdiri diatas kapal yang bernama kebebasan tidak selalu menyenangkan. Kebebasan harus diperjuangkan, dipertahankan dan kalo perlu sih ditikamkan kepada musuh kita agar dia mati untuk bertindak, betul tidak? Ketika kita berpikir apa yang kita cari, disitu sebenarnya kita menemukan bahwa diri kita sedang terikat oleh apa yang disebut keinginan diri. Dalam implementasinya terkadang pula kita hanya berpikir apa yang kita cari tanpa sadar.
Tanpa akhir yang jelas, tulisan ini hanyalah satuan terkecil yang tersangkut di dalam belantara maya yang maha besar. Berharap dapat pula tertinggal didalam kepalamu walau sekedar sepah tak berguna.
~Salam Kebebasan dari St. Yafet~
| |